Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 26 Juli 2026 /PRNewswire/ — Dua alumni Peking University (PKU), Wang Hong dan Deng Yu, meraih Fields Medal 2026, salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia matematika. Penghargaan tersebut diumumkan pada pembukaan International Congress of Mathematicians (ICM) 2026 di Philadelphia, Amerika Serikat, pada 23 Juli waktu setempat. Pencapaian ini juga menjadi tonggak bersejarah bagi Peking University.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Wang Hong (rightmost) and Deng Yu (leftmost) receiving the Fields Medals.
Wang Hong (rightmost) and Deng Yu (leftmost) receiving the Fields Medals.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

International Mathematical Union (IMU) memberikan Fields Medal setiap empat tahun kepada matematikawan berusia di bawah 40 tahun sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi ilmiah yang telah mereka hasilkan sekaligus potensi untuk melahirkan terobosan pada masa depan. Tahun ini, Wang Hong dan Deng Yu menjadi dua dari empat matematikawan yang menerima penghargaan tersebut.

Bagi Peking University, pencapaian ini memiliki arti istimewa. Untuk pertama kalinya, dua alumni dari angkatan yang sama, yakni angkatan 2007, sukses meraih Fields Medal pada tahun yang sama.

PKU juga mencatat prestasi lain di ICM 2026 dengan jumlah pembicara terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaannya di ajang tersebut. Sebanyak 10 alumni dan empat dosen diundang untuk menyampaikan presentasi dalam kongres matematika bergengsi tersebut.

Penghargaan yang diraih Wang Hong turut mencatat sejarah baru. Ia menjadi perempuan ketiga di dunia yang menerima Fields Medal, serta perempuan pertama asal Tiongkok yang berhasil meraih penghargaan tersebut.

Wang dikenal berkat penelitiannya bersama Joshua Zahl yang berhasil memecahkan konjektur Kakeya tiga dimensi. Persoalan klasik yang berada di persimpangan bidang analisis dan geometri itu telah menjadi tantangan bagi para matematikawan selama beberapa dekade serta memiliki keterkaitan luas dengan berbagai cabang matematika lainnya.

Saat ini, Wang menjabat sebagai guru besar tetap di Institut des Hautes Études Scientifiques (IHES).

Sementara itu, Deng Yu memulai studi di School of Mathematical Sciences, Peking University, pada 2007 sebelum melanjutkan pendidikan S1 di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia kemudian meraih gelar doktor dari Princeton University dan kini menjadi profesor di University of Chicago.

Bersama Ma Xiao dan Zaher Hani, Deng mencetak terobosan penting dalam menyelesaikan masalah keenam Hilbert. Penelitian mereka berhasil merumuskan landasan matematika yang menghubungkan dinamika partikel pada skala mikroskopis dengan persamaan kinetik dan dinamika fluida pada skala makroskopis. Temuan tersebut menjawab tantangan yang pertama kali dikemukakan matematikawan legendaris David Hilbert lebih dari satu abad silam.

Meski menempuh perjalanan akademik yang berbeda, Wang Hong dan Deng Yu sama-sama mengawali kiprahnya sebagai mahasiswa PKU angkatan 2007. Prestasi mereka mencerminkan semakin kuatnya kiprah matematikawan Peking University di panggung internasional.

Berita Terkait

Aitech Memperkenalkan Komputer Single Board C165 Baru untuk Mendukung Pembangunan dan Modernisasi Sistem VME yang Digunakan dalam Program Pertahanan
Rangkaian Acara Pendukung Automechanika Jakarta Hadir dengan Pengalaman Interaktif, Memperkuat Kolaborasi Industri Otomotif Indonesia
Singapura Jadi Tuan Rumah 29th Asian Shared Services & Outsourcing Week 2026 pada Oktober Mendatang
Shanghai Electric Raih Pesanan Turbin Gas “Heavy-Duty” Pertama di Luar Negeri untuk Proyek 500 MW di Malaysia
Philippine Seven Corporation Memilih RELEX untuk Meningkatkan Akurasi Prakiraan
CGTN: BRICS Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Global South
Pertumbuhan AI Malaysia Harus Ramah Lingkungan, Cerdas, dan Berorientasi pada Penerapan Nyata – Fahmi
Zettabyte dan Raku Advanced Tech Menandatangani MOU untuk Pengembangan Pusat Data AI Ramah Lingkungan di Asia

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:05 WIB

Aitech Memperkenalkan Komputer Single Board C165 Baru untuk Mendukung Pembangunan dan Modernisasi Sistem VME yang Digunakan dalam Program Pertahanan

Senin, 14 September 2026 - 02:51 WIB

Rangkaian Acara Pendukung Automechanika Jakarta Hadir dengan Pengalaman Interaktif, Memperkuat Kolaborasi Industri Otomotif Indonesia

Senin, 14 September 2026 - 01:15 WIB

Singapura Jadi Tuan Rumah 29th Asian Shared Services & Outsourcing Week 2026 pada Oktober Mendatang

Senin, 14 September 2026 - 00:00 WIB

Philippine Seven Corporation Memilih RELEX untuk Meningkatkan Akurasi Prakiraan

Minggu, 13 September 2026 - 23:26 WIB

CGTN: BRICS Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Global South

Berita Terbaru