TREATMENT estetika nonbedah menawarkan berbagai pilihan untuk membantu menangani kulit kendur, pigmentasi, tekstur kulit, hingga berkurangnya volume wajah.
Namun, setiap teknologi memiliki fokus, mekanisme, serta indikasi yang berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Usia bukan satu-satunya faktor yang menentukan kecocokan suatu treatment.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Muda, Kreatif, dan Visioner — Inilah Wajah Baru Perfilman Indonesia!
Inilah Makanan Harian Terbaik untuk Jantung dan Pembuluh Darah Sehat
Usia 100 Tahun Mahathir Mohamad: Inspirasi Panjang Umur Sehat

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokter juga perlu mengevaluasi tingkat kekenduran kulit, kualitas dan ketebalan jaringan kolagen, struktur tulang, proporsi wajah, serta ekspektasi pasien terhadap hasil akhir.
dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC, CEO dan Head Doctor dr. Belle Aesthetic Clinic, mengatakan bahwa konsultasi menjadi tahap penting sebelum pasien memilih treatment estetika.
“Kebutuhan setiap pasien tidak dapat dipukul rata hanya berdasarkan usia. Dokter perlu memahami kondisi jaringan, struktur wajah, serta hasil yang ingin dicapai agar treatment yang dipilih sesuai dan dilakukan secara proporsional,” ujar dr. Catherine.
Baca Juga:
Akhirnya PRAMY Hadir di Indonesia, Brand Makeup Setting Spray Terfavorit dan Populer di Dunia
KODAI DOOR di Indo Build Tech 2024: Pintu Baja Motif Kayu dengan Sistem Knock Down
Mengenal Cara Kerja Ultherapy Prime
Salah satu teknologi nonbedah yang digunakan untuk membantu mengencangkan dan mengangkat kulit adalah Ultherapy Prime.
Teknologi ini memanfaatkan Micro-Focused Ultrasound with Visualization atau MFU-V, yaitu energi ultrasound terfokus yang dapat menjangkau lapisan kulit lebih dalam, termasuk lapisan superficial musculoaponeurotic system atau SMAS.
Melalui fitur visualisasi, dokter dapat melihat lapisan jaringan secara langsung sebelum energi diberikan.
Energi ultrasound kemudian membentuk titik koagulasi termal pada kedalaman tertentu, umumnya 1,5 mm, 3,0 mm, dan 4,5 mm, untuk memicu proses pembentukan kolagen dan elastin baru tanpa merusak permukaan kulit.
Baca Juga:
Inilah 5 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Perbaiki Kualitas Tidur, Nomor 2 Dark Chocolate
Ternyata Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Berikut Ini Adalah 8 Manfaat Cabai untuk Kesehatan
Inilah 7 Jalan Agar Media Online Anda Hasilkan Uang, Sudah Dicoba Semua? Atau Punya Alternatif Lain?
Ultherapy Prime dapat dipertimbangkan untuk pasien yang mengalami kekenduran ringan hingga sedang pada wajah, leher, dan dagu, penurunan garis rahang, munculnya jowl, atau berkurangnya elastisitas kulit akibat proses penuaan.
Hasil treatment tidak muncul secara instan karena pembentukan kolagen berlangsung secara bertahap.
Secara umum, hasilnya dapat bertahan sekitar 12–18 bulan, tetapi durasinya dapat berbeda sesuai kondisi kulit, respon tubuh, gaya hidup, dan perawatan masing-masing pasien.
“Pasien perlu memiliki ekspektasi yang realistis karena hasil treatment nonbedah berkembang secara bertahap.”
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
“Respons setiap orang juga dapat berbeda, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan sebelum menentukan area, intensitas, maupun kombinasi treatment,” jelas dr. Catherine.
Setiap Teknologi Memiliki Fungsi Berbeda
Selain Ultherapy Prime, terdapat beberapa teknologi dan treatment lain dengan fungsi yang berbeda, seperti PicoSure, Fotona Laser, dan Ellansé.
Teknologi tersebut tidak selalu saling menggantikan karena masing-masing ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda.
PicoSure dan PicoSure Pro menggunakan teknologi laser picosecond yang dapat digunakan untuk menangani pigmentasi, melasma, freckles, noda penuaan, bekas jerawat, tekstur kulit, hingga penghapusan tato.
Fotona Laser menggabungkan panjang gelombang Nd dan Er. Teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari skin tightening, resurfacing, perawatan pigmentasi dan lesi vaskular, hingga laser hair removal.
Sementara itu, Ellansé merupakan collagen stimulator berbentuk injeksi yang digunakan untuk membantu mengembalikan volume sekaligus menstimulasi pembentukan kolagen dalam jangka panjang.
Pada pasien yang mengalami kehilangan volume wajah lebih signifikan, dokter dapat mempertimbangkan kombinasi Ultherapy Prime dengan filler atau collagen stimulator.
Namun, urutan, area, dan jarak waktu antar-treatment perlu ditentukan setelah pemeriksaan langsung.
Perhatikan Perangkat dan Kompetensi Tenaga Medis
Selain memahami fungsi treatment, pasien juga perlu memperhatikan keaslian perangkat, kompetensi dokter, serta prosedur yang digunakan.
Pengaturan energi dan pemilihan kedalaman treatment perlu disesuaikan dengan kondisi jaringan setiap pasien.
Ultherapy Prime di dr. Belle Aesthetic Clinic dilakukan oleh dokter yang telah mengikuti pelatihan resmi dari Merz Aesthetics.
Klinik ini juga tercatat sebagai Authorized Ultherapy Provider dari Merz Aesthetics.
Menurut dr. Catherine, perkembangan teknologi tetap perlu diikuti dengan konsultasi yang menyeluruh dan pelaksanaan prosedur oleh tenaga medis yang kompeten.
“Teknologi merupakan alat untuk membantu dokter memberikan treatment yang lebih terarah.”
Namun, keamanan dan kesesuaian hasil tetap bergantung pada evaluasi pasien, perencanaan treatment, penggunaan perangkat yang tepat, serta kompetensi tenaga medis yang menjalankannya,” tambahnya.
Layanan yang Semakin Personal
Untuk pasien yang membutuhkan privasi dan fleksibilitas, dr. Belle Aesthetic Clinic juga menghadirkan Royale Ultherapy Prime, layanan home visit untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam layanan tersebut, tim membawa perangkat Ultherapy Prime dan treatment dilakukan dengan pendampingan dokter serta terapis yang telah mengikuti pelatihan resmi.
Sebelum prosedur dilakukan, pasien tetap perlu menjalani konsultasi dan evaluasi untuk memastikan treatment sesuai dengan kondisinya.
Kehadiran layanan home visit menunjukkan bahwa pelayanan estetika medis mulai berkembang menjadi lebih personal dan fleksibel.
Meski demikian, kenyamanan tetap perlu berjalan beriringan dengan prosedur medis, kesiapan perangkat, kompetensi tenaga medis, dan keselamatan pasien.****
























